Minggu, 26 Agustus 2012

Cerpen Perfect Love (Alwin)

Ini adalah cerpen pertama buatan admin :) mungkin udah ada yang pernah baca, tapi ada yang belum juga kan? baca yuk.. check this out :)


Rheina menunggu Alwin di taman sore itu. Hampir 1 jam pas Rheina menunggu Alwin. Mereka akan merayakan Anniv 3 bulan pacaran. Rheina mengotak-atik handphonenya untuk mengirimkan pesan singkat kepada Alwin.
“ aaarhh! Alwin ada di mana sih? Lama lama gue minta putus juga nih!” Rheina marah-marah sendiri. Tiba-tiba Alwin datang sambil mendorong motor bebek bututnya dan melambaikan tangan kepada Rheina.
“ Haloo” sapa Alwin. “ jangan marah ya, tadi pas aku mau nelpon kamu, handphone aku jatuh, terus eror. Motor aku mogok pula” Jelas Alwin.
“ o aja o” Rheina kesal.
“ oo, iya. Happy anniv ya. Awe sayang Rheina” Alwin mengeluarkan sesuatu dari jaket lusuhnya, setengah tangkai bunga mawar (bukan setangkai karena tangkainya patah) “buat kamu..”
“ ga ada hadiah yang lebih special lagi apa?” Tanya Rheina ketus.
“ ada kok”
“ mana?”
“ cinta aku buat kamu” Alwin tersenyum.
“ kamu tuh ya,ga pernah ada romantis romantisnya sedikitpun! Bunga mawar aja masa patah gini?! Ini kan anniv, harusnya kamu ngasih hadiah ke aku tuh special, bukan kayak gini!”
“ Rheina kok gak ngertiin keadaan Awe? Buat beli bunga ini aja Awe harus nabung dulu selama 1 minggu, ternyata uangnya kurang, eh sama si masnya tangkai bunganya dipatahin, biar pas gitu. Liat dong pengorbanan Awe, harus nahan malu di depan orang-orang di toko bunga gara-gara beli bunga mawarnya setengah tangkai” Jelas Alwin. “ nanti janji deh, kalau beli bunga buat Rheina, tangkainya bakalan full, gak setengah setengah apalagi seperempat” Alwin berlutut di depan Rheina sambil menggenggam erat tangan Rheina, membuat Rheina iba. “ Maafin Awe ya..”
“ iya, Rheina maafin..” Rheina tersenyum.
---
#Flashback
“ tadaa” Alwin membuka penutup mata yang digunakan Rheina.
“ waahh” Rheina takjub, memutar tubuhnya untuk melihat semua hasil kerja Alwin selama berminggu-minggu, ratusan origami berbentuk burung yang menggantung di sana sini.
“ Aku punya sesuatu buat Rheina,”
“ Apa?” Tanya Rheina.
“ cinta aku yang sempurna khusus buat Rheina. Rheina mau kan jadi pacar aku?” Tanya Alwin.
Spontan Rheina mengangguk tanda ingin menjadi pacar Alwin.
#Flashback off
“ aduhh” Alwin memasang dan melepas batrai handphone nokia cenitnitnya berharap bisa menyala begitu saja. “ ayo handphoneku sayang,. Nyalaa.. nyaaalaa!” Alwin komat kamit seperti dukun yang membaca mantra untuk menyembuhkan pasiennya.
“ 12345” Alwin memejamkan matanya sambil berhitung, kemudian membuka matanya, tapi handphonenya tak kunjung sembuh juga.
“ Alwin! Ngapain kamu?ayo bantu ibu” ujar ibunya yang tiba-tiba masuk ke kamar Alwin membuat Alwin terloncat kaget.
“ eh ibu.. iya bu, bentar”
“ kamu kenapa?”
“ Handphone alwin ga nyala-nyala bu” Alwin memasang wajah memelasnya.
“ nanti ya, kalau ada rejeki. Ibu belikan handphone untuk Alwin.”
“ Ga usah ah bu” Ujar Alwin menggeleng,Alwin pengertian, Alwin mengerti keadaan keluarganya saat ini.
--
Di sisi lain, Rheina sedang bercanda canda lewat sambungan telepon dengan lelaki lain, yang lebih tajir dari Alwin hingga membuat Rheina terkesima karena rumah lelaki itu bertingkat 4, Lee orangnya.
“ Rheina kamu mau ga jadi pacar aku?” Tanya Lee.
“ Aduh, gimana ya..” Rheina bingung. Di sisi lain Rheina menyayangi Alwin, tapi di sisi lain, Rheina menyayangkan ketajiran Lee yang benar –benar bisa dibilang WOW WOW WOW. Rheina merenung sejenak.
" gimana, mau gak jadi pacar aku?" Tanya Lee ulang.
" mm" Rheina berfikir sejenak.
" Mau yah? please" bujuk Lee.
" Gimana yah, kamu bisa kasih aku waktu gak?" Tanya Rheina.
" Oke, aku kasih kamu sampe besok ya.."
**
" selamat pagii Rheina.." Alwin muncul dari balik semak-semak saat Rheina berjalan menuju kantin.
" Kemana aja sih kamu? Malem aku sms gak di bales! nomor kamu gak aktif.. huh" Rheina mendengus kesal.
" Handphone aku kan butut, rusak gitu, dia gak mau nyala. buat sementara ini, maaf ya, ga bisa smsan apalagi telponan. Aku nabung dulu ya buat beli handphone baru" Alwin menjelaskan panjang lebar lagi.
" Hey! Buat beli bunga mawar setengah tangkai aja kamu harus nabung selama 1 minggu, ini gak kebayang, handphone.. 1 tahun lebih sih ada.."
" Yahh, kok kamu tiba-tiba sensi gini?" Tanya Alwin. " Please, forgive me.." Alwin memasang wajah memelasnya.
" Iyaa, aku maafin kamu.." Rheina menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan.
" Makasiihh... Selama handphone aku mati gini, aku harap kamu ga telponan sama cowok lain, terus cowok itu lebih tajir dari aku, terus cowok itu nembak kamu. waahh, bisa bisa aku salto 3 kali berturut-turut" canda Alwin yang perkataanya memang benar adanya.
" Ihh, sok tau banget" Rheina sensi lagi.
" Nah kan, kamu PMS ya? marah-marah melulu" Alwin meniup poninya. " Atau emang bener adanya waktu malem kamu di tembak lewat telepon?" Alwin menatap Rheina tajam, kemudian tersenyum lagi " Gak mungkin kan kamu kayak gitu. aku percaya kamu.. kamu kan setia sama aku.."
" iyalah, aku setia sama kamu. tapii.."
" tapi apa?"
" Aku lapar..."
" Bentar" Alwin menyodok-nyodok sakunya, membongkar tasnya. tapi hasilnya nihil, Alwin tak menemukan uang sepeserpun. " aku ga punya uang... hehe. tapi aku bawa makan dari rumah.. capcay bikinan mama.. taraaa" Alwin membuka tutup tupperware. Rheina memandang capcay itu.
" Ih," Rheina bergidik.
" kenapa? ini enak lho.. mau aku suapin?" Tawar Alwin.
" nggak deh" Rheina memandang jijik.
" yahh, yaudah deh.. padahal ini enak.." Alwin mencomot capcay-nya. tiba-tiba Rheina mendapat pesan singkat,
From: Lee
To: Rheina
bisa ketemu sama aku di taman, sekarang?

" Awe, Rheina pergi dulu ya... Rheina ada kelas.."
" Bukannya kelas Rheina siang ya? Sekarang kan masih pagi?"
" Aduuhh, kepo bangett Awe" Ujar Rheina ketus.
" Iya dong, kepo sebagian dari perhatian.."
" Tapi kamu tuh keponya bener-bener.." Rheina menjulurkan lidahnya.
" Yaudah deh, siapa tau kamu mau ketemu cowok di ujung taman sana. daaa" Gurau Alwin sambil melambaikan tangan.
" Apa?" Tanya Rheina.
" Katanya mau pergi? yaudah sana. daaa" Alwin mengulangi ucapannya dengan sedikit membungkuk agar matanya menatap mata Rheina lurus tanpa harus menunduk lagi.
" ya udah.." Rheina merasa senang dan berlari menuju taman.
" tuh kan, bener ke taman" gumam Alwin.
--
" Rheina." Sapa Lee manis saat Rheina sampai di taman.
" Lee, aku udah mutusin.. aku mau jawab pertanyaan kamu sekarang.." Ujar Rheina sambil duduk di sebelah Lee.
" Ayo, jawab sekarang" Lee bersorak.
" Aku... mau kok.... jadi pacar kamu. tapi, jangan sebarin hubungan kita ya" Rheina terbata-bata.
" ga apa-apa.. yeeeee" Lee girang gembira bagaikan pom pom boy yang sedang mendukung team basket yang sedang bertanding.
" ih lee apaan sih.." Rheina tersenyum geli.
" Nanti siang kita jalan yuk?"
" Siang aku ada kelas..."
" yahh, please lah, kamu ngebolos buat hari ini aja.. kita shopping, nonton, makan.." Goda Lee yang langsung membuat Rheina tergoda, sangat tergoda.
" iya deh" Jawab Rheina spontan.
Alwin memang berbeda dengan Lee. Alwin sekalipun tak pernah menyuruh Rheina bolos agar bisa jalan-jalan dengannya, tapi Lee, Lee malah menyuruh Rheina bolos. :/

--
" pulang dari sini, kita pergi ke pantai yuk.." Ajak Lee sambil mengunyah makanan.
" Ayo. ayo" Jawab Rheina semangat.
Setelah makan pun sambil membawaan belanjaan yang amat teramat banyak, mereka pergi ke pantai sambil melihat matahari yang terbenam nanti.
Sedangkan Alwin, meskipun hari sudah sore dan hampir malam begini, Alwin tetap menunggu Rheina di depan gerbang.
" Ya tuhaann, kenapa handphone bisa rusak gini.. jadi gak bisa ngehubungin Rheina kan.." Alwin menatap langit-langit. " hua hua hua hua" Alwin merengek.
“ Bro! jam segini ngapain lo ada di sini?” Tanya salah satu teman Alwin yang bernama Jay.
“ nunggu pacar gue lah..” Jawab Alwin.
“ Rheina?” Tanya Jay.
“ Iya.. siapa lagi?”
“gue liat dia kaga masuk kelas hari ini..”
“ ah masa? Ngarang aja lu. Tadi pagi pan ketemu sama gue.”
" ngeyel ih. minjem hape lu dong, nebeng nelpon"
" daridulu, lo itu kerjaannya nebeng mulu.. -_-"
" gapapa dong, ganteng ganteng gini juga gue doyan yang gratisan :D" #traktakdungcess
" hh, yaudah, nih" Jay memberikan handphonenya dan Alwin mulai memencet tombol-tombol untuk menuliskan nomor Rheina.
" Rheina, kamu dimana ih?" Tanya Alwin.
" Di rumaah.." Dusta Rheina.
" Kapan pulangnya?"
" Tadi sore.."
" Masa sih? orang sepanjang sore aku standbye di pos satpam. "pulang lewat mana? masa kamu ngeloncatin tembok kampus?"
" mm, mungkin kamu gak liat aku kalii.."
" Aku ke rumah kamu ya.."
" Ngapain?"
" Lah, biasa juga ke rumah kamu pan? apalagi emangnya sok?"
" mmm, aku sibuk.."
" Sibuk ngapain? ngembala kambing? meras susu sapi? atau ngitung telor ayam di peternakan kuda?" Tanya Alwin.
" ih kamu kepo!" Tukas Rheina.
" Aku kepo kan karena perhatian!" Alwin tak mau kalah.
" Kamu jadi bentak bentak aku gini apa maksud?!"
" Kamu juga pan biasa ngebentak aku?"
" Ah, kamu alatau!" Rheina memutuskan sambungan telepon.

" Itu siapa tadi sayang?" Tanya Lee.
" Mama aku.."
" Ke mama kok ngebentak gitu?"
" eh, salah, itu adik aku.."
" kamu emang punya adik?"
" ihhh, kamu kok kepo gini sih?"
" aku kepo karena aku pengen tau.."
" bukan karena perhatian?" Tanya Rheina.
" bukan lah," Lee memperhatikan ombak ombak menari.
" kamu ga perhatian sama aku?" Tanya Rheina.
" kamu pengen diperhatiin sama aku?"
" Kok malah nanya balik?"
" aku kan nanya karena aku pingin tau.."
" lee, kok kamu nyebelin sih?"
" Rheina, kenapa coba kamu pake terima aku jadi pacar kamu? pengen shopping terus ya?"
" Lee, kamu jahat sama akuu."
" Aku? jahat sama kamu? Kata siapa?"
" aku kan tadi ngomong!"
" ngomong sama kamu itu aku harus nguras dulu otak ya, ngebingungin sangat!"
" kamu bikin aku pusing!"
" kalo pusing kenapa mau diajakin ke pantai sama aku?"
" lo jahat!"
" jadi gue elo bahasanya? gue ga jahat, gue tuh humoris" Lee tersenyum simpul.
" tauk ah!" Rheina pergi dan Lee mengejarnya.
" Sayang, aku cuman bercanda kok. aku kan pelawak.. maafin akuu.." Lee berjalan cepat menyusul Rheina.
" peduli amat!!" Rheina berjalan lebih cepat.
" Heyy hey, mau kemana nihh?" Sekelompok preman mengelilingi Rheina yang berada jauh di depan Lee.
" Gua mau pulang. awas lo.."
" kenapa pulang sih neng? mending sama kita aja.." ujar salah satu preman sambil mencolek dagu Rheina.
" LEE!" Rheina menjerit memanggil nama Lee, tapi setelah Rheina lihat, Lee malah berlari terbirit-birit dan kabur membawa mobilnya pergi. " sial! Nyali lo ciut LEE!!" Rheina kini ketakutan.
" Yuk, ikut abang"
" Tau umur dong lo!" Rheina malah membentak para preman itu.
" Malah ngebentak segala.. ayoo ikut"
" nggak!!" Rheina bersikeras sehingga dengan paksa tangan Rheina ditarik oleh preman itu. Rheina meronta sambil memanggil-manggil nama Alwin.
Rheina menyesal telah menerima Lee dan mengabaikan Alwin yang sangat menyayangi Rheina.
“ ALWIINNN!” pekik Rheina ketika melihat sosok Alwin yang ngebut dengan motor bututnya. Alwin mengerem motornya dan celingukan.
“ Rheina?” Alwin menuruni motornya dan mencari-cari Rheina yang sebenarnya berada di balik semak-emak.
“ ALWIINN!!” plakk, Rheina mendapat tamparan dari preman itu.
“ berisik lo! Diem lo! Atau gue tusuk lo pake ini!” Preman itu menunjukkan pisaunya. Rheina seketika terdiam karena ketakutan.
“ Rheina? WOY! Ngapain lo?!” Alwin segera menghadang ke 4 preman itu. “ Don’t touch my girl!”
“ Lo berani sama kita? Kita banyak lho, lo sendirian..” Ledek Preman itu.
“ Jangan lo pikir tato tato murahan lo itu bisa bikin gue takut!!”
“ Apa lo bilang?” bukk, satu pukulan menghantam perut Alwin.
“ selain punya tato hadiah permen karet, lo juga budek ya! Haha” Ledek Alwin yang menahan sakit di perutnya.
“ Alwin! Stop!”
“ arrhh!”Alwin mengerang ketika pisau tajam itu tergesek ke lengan Alwin, pisau itu menggores lengan Alwin sampai sikut, hingga membuat darah Alwin bercucuran.
“ haha, bodoh! Beraninya pake senjata.” Alwin masih meledek preman itu.
“ lo bener-bener nantangin kita? Ayo! Kita bikin cowok ini bonyok..”
“ lo boleh bikin gue bonyok, sampe mati pun gue rela. Asalkan lo jangan sentuh sedikitpun tubuh cewek gua!! Demi apapun, gue rela mati! Asalkan cewek gua selamat! Denger lo? Atau lo budek? Atau perlu gue ngulangin lagi perkataan gue tadi? DON’T TOUCH MY GIRL!” Para preman mulai muak dengan perkataan Alwin mulai mengeroyoki Alwin, pukulan demi pukulan mendarat di perut, wajah, dan yang lainnya. Alwin tersungkur dengan muka yang penuh luka dan darah di tangannya yang mulai mongering
“ Udah ah, kenyang deh mukulin lo..” Preman itu tersenyum puas. “ kalo lo pengen dikeroyok lagi kayak gini, datang lagi aja ke sini ya..” Para preman itu meninggalkan Alwin yang bonyok dan Rheina yang menangis sejadi-jadinya.
“ Alwin, kamu gakk apa apa kan?”
“ Harusnya aku yang nanya, kamu gak apa-apa kan?” Rheina terseyum ditengah-tengah tangisannya.
“ Keadaan kayak gini, kamu masih sempet-sempetnya nanyain keadaan aku..”
“ Jangan nangis, please..” Alwin mencoba menghapus airmata di pipi Rheina.
“ ini salah akuu…”
“ bukan salah kamu kok, ini salah para preman itu.. aku gak apa-apa kok” Alwin mencoba berdiri dan berjalan menuju motornya. “ Ayo, aku anterin kamu pulang..”
“ kamu kan sakiitt.. aku panggil taksi aja ya?”
“ ga usah lah.. aku bukan anak kecil yang dicubit langsung nangis kok.. aku udah gede”
“ kamu dipukul win! Bukan di cubit ibu kamu!” Rheina menangis lagi.
“ loh kokk nangis sih? Mendingan marahin aku..”
“ Marah?”
“ iya, marahin aku yang terlalu cinta sama kamu. Marahin aku yang terlalu sayang sama kamu. Marahin aku yang suka kepo sama kamu.. marahin aku yang tadi udah nunggu kamu sepanjang sore.. marahin aku karena aku cuman bisa ngasih setengah tangkai bunga buat kamu. Aku terlalu cinta sama kamu.. meskipun aku gak sempurna, aku miskin iya, nyebelin iya,tapi cinta akulah yang sempurna buat kamu. Sebuah cinta yang sangat sempurna dan hanya akan kuberikan kepada kamu Rheina, perempuan di dunia ini setelah ibuku yang sangat aku cintai..”
“ Jadi aku dijadiin yang kedua nih?”
“ maunya?” Alwin tersenyum.
“ apapun yang penting sama kamu, aku pasti mau..” Rheina memeluk Alwin penuh haru.
“ I love you, Rheina..”
“ I love you too, Alwin..”

Maaf kalau jelek, ini alhamdulillah asli karya aku sendiri... Maaf kalau typo, abal, pokoknya butut banget deh.. aku kan cuman penulis amatiran yang berharap bisa sesukses Agnes Davonar.
Dream, believe it, make it happen :)
Smile ;) Ck

Arti Nama Fans XO-IX

Nama XOwners sendiri dipilih, karena kami ingin penggemar XO-IX merasa memiliki XO-IX.
Kata tersebut diambil dari serapan bahasa inggris yaitu Owners yang artinya pemilik XO #1 Antonius Nicky Riyant atau Nicky, XO-1Nama Fans khusus NICKY adalah SNICKERS - artinya adalah "Saya Nicky Lovers" artinya kalau seseorang tersebut menyukai apapun itu dari NICKY :)
 XO #2 Iras Angga Akbar atau Iras, Mempunya nama fans khusus yaitu IRASADDICT
 XO #3 Budi Rusmana atau Budi. Nama Fans khusus BUDI itu adalah SETIABUDI - orang yang selalu setia dengan BUDI dan XO-IX tentunya :) XO #4 Agi Ginanjar atau Agoy, Nama fans khusus AGOY itu adalah AGOYNATIC - artinya adalah enthusias of and devoted to AGOY :) XO #5 Charlee Chanda atau Lee, Nama fans khusus lee itu adalah LeeTiNium - komunitas dan sahabat Lee yang akan terus ada kokoh bagaikan logam perak abadi walau hingga 1000 tahun lamanya :) XO #6 Muhammad Rizky atau Qq, Nama fans khusus kiki itu adalah Q'UNITE - perkumpulan penggemar kiki :) untuk yang masih bertanya tanya nama fans khusus kiki, sudah terjawab sudah ya XOwners :) XO #7 Benedict Alwin Surya atau Alwin, Nama fans khusus ALWIN itu adalah ALWINISM - paham yang muncul ketika sesuatu atau seseorang addicted kepada Alwin :) XO #8 Hendra Bartholomeus atau Hendra, Nama fans khusus hendra itu adalah HENDRADIANCE - pancaran sinar atau cahaya yang ada untuk hendra yang membuatnya selalu bercahaya, tanpa Tuhan dan fans maka hendra tidak bisa bercahaya :)XO #9 Indra Fachmi Bobbynya atau Bobby, Nama fans khusus BOBBY itu adalah BOBBYNYOBLITZ - yang memiliki arti secepat kilat, berharap bobby dan XO-IX bisa naik pamornya secepat kilat :)

XO-IX

Antonius Nicky Riyant

Iras Angga Akbar

Budi Rusmana

Agi Ginanjar

Charlee Chandra

Muhammad Rizky

Benedict Alwin Surya

Hendra Bartholomeus

Indra Fachmi Bobbynya
XO-IX adalah sebuah boyband baru di belantika musik tanah air Indonesia.

XO-IX resmi terbentuk pada tanggal 21 April 2011

Nama XO-IX sendiri juga memiliki arti yaitu, "Xtra Ordinary Nine" dengan filosofinya terdiri dari 9 orang biasa yang ketika mereka disatukan akan menjadi sesuatu yang luar biasa dengan bakat dan talenta yang telah dimiliki.

Dengan harapan nama "Xtra Ordinary" sendiri ini para personil yang tergabung di dalamnya, menjadi sesuatu yang luar biasa di industri musik Indonesia.

Sementara IX berasal dari huruf romawi yang berarti 9. Sembilan itu mencerminkan jumlah anggota dari XO-IX dan 9 disini berarti angka yang istimewa, karena kalau 10 itu berarti sempurna. Sementara kesempurnaan itu hanya milik Tuhan. Jadi kami berharap angka 9 berarti suatu nilai yg mendekati sempurna dan istimewa.

Itulah yang membuat kami memberikan nama kepada boyband kami yaitu XO-IX "Xtra Ordinary Nine" agar dengan segala filosofy yang ada dan hal lainnya yang terkandung di dalamnya mendekati kepada kesempurnaan juga.

XO-IX sendiri memiliki musisi favorite yg telah menginfluence karir mereka saat ini seperti: Boys II Men, Westlife, N*sync, Big bang, Suju, dan 2pm.


XO-I sampai dengan XO-IX itu sendiri berdasarkan urutan gelombang masuk para personil yang kemudian bersatu di dalam XO-IX.

Tak hanya itu, XO-IX sendiri memiliki karakter bagi setiap personil yang ada di dalamnya, berikut adalah detailnya.

Karakter personil XO-IX
XO1 : Nicky : Smart and Casual 
XO2 : Iras : Nerd
XO3 : Budi : Korean Hip Hop
XO4 : Agoy : Cool and Shy
XO5 : Lee : Sweet Korean
XO6 : Kiki : Freak
XO7 : Alwin : Elegant
XO8 : Hendra : J-Funk
XO9 : Bobby : Sporty Xtreme

Untuk nama fans dari "Xtra Ordinary Nine" adalah "XOwners"

Nama XOwners sendiri dipilih, karena kami ingin penggemar XO-IX merasa memiliki XO-IX.

Kata tersebut diambil dari serapan bahasa inggris yaitu Owners yang artinya pemilik. Jadi dengan nama XOwners kami berharap penggemar